KAB. SERANG, (suarasiber.co.id) – Groundbreaking Proyek Strategi Nasional (PSN) pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang merupakan aglomerasi wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon dilakukan pada Desember 2026. Tepatnya, PSEL akan dibangun di Tempat Pembuangan Sampah Akhir atau TPSA Cilowong Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepastian terungkap saat Audiensi Penyampaian Perkembangan Proyek PSEL Serang Raya Kota Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Serang bersama Danantara di Aula Setda Pemerintah Kota (Pemkot) Serang pada Senin, 7 September 2026. Turut hadir Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Serang Budi Rustandi, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Wali Kota Cilegon Robinsar, perwakilan Danantara dan Kemenko Bidang Pangan.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah memastikan kesiapannya untuk memenuhi pasokan sampah sebanyak 400 ton jika PSEL sudah mulai beroperasi. ”Kita memastikan bahwa pasokan sampah itu nanti ketika beroperasi, kita harus sudah dipastikan akan sampai ke tempat PSEL sebanyak 400 ton. Jadi kita doakan semoga kegiatan atau proyek PSEL ini berjalan dengan lancar, sesuai dengan waktu yang tadi ditentukan,” jelasnya kepada wartawan usai audiensi.

Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah kembali memastikan, kesiapannya dalam mendukung berjalannya Proyek Strategis Nasional PSEL di TPSA Cilowong Kota Serang. ”Harus siap. Karena ini salah satu solusi untuk mengurai timbunan sampah yang ada dimana-mana. Kita tahu kalau Kabupaten Serang masih darurat sampah, jadi mohon doanya,” ucapnya.

Berkenaan dengan audiensi dan rapat koordinasi yang dilakukan, Ratu Zakiyah menyebutkan dalam rapat tersebut dibahas berbagai persiapan, termasuk pembagian tanggung jawab para pihak yang terlibat dalam perjanjian kerja sama (PKS), terutama terkait pematangan lahan dan kesiapan pasokan sampah.

“Tadi kita rapat koordinasi dengan Danantara, dengan perwakilan dari Kemenko Bidang Pangan, kemudian Pak Gubernur, dan Wali Kota Serang dan juga Wali Kota Cilegon dalam rangka untuk mempersiapkan pekerjaan PSEL yang akan diluncurkan Insya Allah di tahun ini, bulan Desember,” katanya.

Selain itu juga, sebut Ratu Zakiyah banyak yang dibahas kaitannya dengan tanggung jawab sebagai daerah yang masuk dalam perjanjian kerjasama baik terkait dengan pematangan lahan. Untuk pematangan lahan merupakan tanggung jawab pihak ketiga dan ke empat, salah satunya yaitu pihak ketiga dan ke empat Wali Kota Cilegon dan Bupati Serang. ”Oleh karena itu tentu kita harus menyiapkan anggaran untuk pematangan lahan sebesar Rp4 miliar,” ungkapnya.

Sedangkan berkenaan dengan kesiapan armada, Ratu Zakiyah juga memastikan akan ada penambahan anggaran untuk pengadaan mobil dump truk dan amrol pada 2027 dan 2028 mendatang. Mengingat, kebutuhan ideal sebanyak 41 armada namun saat ini yang tersedia hanya 50 persen.

“Insya Allah di tahun ini di anggaran perubahan kita juga menganggarkan untuk tambahan truk, dump truk, kemudian yang lainnya amrol, kemudian juga di 2027 kita juga tambahkan anggaran biaya yang lumayan besar, 2028 juga sama, jadi ada kurang lebih Rp58 miliar yang harus kita dukung anggarannya,” paparnya.

Sementara itu Gubernur Banten Andra Soni mengatakan rapat koordinasi tersebut membahas perkembangan proyek PSEL yang akan melayani wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon dengan lokasi pembangunan di Cilowong. Andra menyampaikan, berdasarkan target pemerintah dan danantara, groundbreaking proyek tersebut ditargetkan berlangsung pada Desember 2026.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi terkait dengan proyek PSEL wilayah Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon yang Insya Allah lokasinya telah ditetapkan di Cilowong, target dari danantara, target dari pemerintah ini bisa groundbreaking di bulan Desember 2026,” tutupnya. (*)