PALEMBANG (suarasiber.co.id) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ir. SA. Supriono harapkan tim peneliti Komoditas, Produk dan Jenis Usaha (KPJU) dan pemangku kepentingan dapat memberikan arahan kepada 17 Kabupaten/Kota di Sumsel untuk dapat menghasilkan satu produk yang unggul dari setiap Kabupaten dan Kota.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal tersebut, diungkapkannya saat membuka Focus Group Disscussion (FGD) ke III terkait Penentuan Komoditas, Produk dan Jenis Usaha (KPJU) Unggulan Provinsi Sumatera Selatan yang diselenggarakan Universitas Sriwijaya (UNSRI) bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan.

“Kita semua berharap melalui FGD dan penelitian sebelumnya semua pemangku krbijakan dalam hal ini bisa mengarahkan 17 Kabupaten dan Kota di Sumsel menghasilkan produknya dari setiap daerah atau mungkin juga cari samai desa,” tuturnya

Menurut Supriono, Sumsel memiliki potensi pengembangan ekonomi melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dimana hal itu dibuktikan dengan banyaknya usaha-usaha masyarakat yang tumbuh di berbagai daerah.

“Sebagaimana yang kita ketahui saat ini di Sumsel banyak sekali UMKM ada 163.291 UMKM dan memiliki potensi dalam pengembangan ekonomi. Dsri berbagai kuliner, kerajinan, jasa, dan banyak lagi usaha kecil lainnya,” ungkapnya. Senin, 6/12/2021.

Selain itu, Supriono menilai FGD tersebut dan penelitian yang dilakukan oleh tim KPJU sangat berpengaruh untuk menjadi acuan dalam mengehtahui jenis usaha dan komoditas unggulan yang untuk nantinya dikembangkan di Sumsel.

“Untuk itu FGD ini sangat penting dalam rangkaian penelitian yang dilakukan tim KPJU Unggulan di Provinsi Sumsel menjadi acuan kita untuk dapat mengambil jenis usaha atau komiditas unggulan yang bisa bertumbuh dan berkembang di Sumsel,” ujarnya

Diujung sambutannya, Supriono meminta FGD dan Penelitian tidak hanya menetpakan produk unggulan saja, dirinya pinta agar pemangku kebijakan dapat memberikan arahan cara bagaimana mencintai dan menghargai produk yang kita produksi sendiri,”

“Melalui FGD dan Pnelitian ini saya berharap bahwa ini tidak hanya menambahkan unggulan tapi pemangku kebijakan dapat memberi tahu cara bagaimana mencintai produk yang kita buat sendiri,” pungkasnya.

(Humas Protokol Sumsel)