Kayuagung (suarasiber.co.id) Drama Layangan Putus versi Oknum ASN di Ogan Komering Ilir masih terus viral dan jadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Cerita rumah tangga dari Briptu Suci Darma dan suaminya Damsir Khalik terus menarik perhatian publik. Hal itu dikarenakan dia melaporkan suaminya yang mantan Kasubbag Protokol di Pemkab Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, ke polisi karena dugaan zina dan kemudian mengungkap kisahnya di berbagai sosial media.
Mengetahui hebohnya kasus yang melibatkan dua oknum ASN di OKI tersebut, Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kecamatan Kota Kayu Agung Rivaldy Setiawan mengatakan, kasus itu bisa berdampak pada kehidupan masyarakat. Cerita seorang ibu rumah tangga yang sedang hamil dan mengetahui perselingkuhan suaminya ini dinilai bisa mempengaruhi kalangan dewasa bahkan juga anak-anak muda.
“Hubungan suami dan istri yang dipublikasi, tentu menjadi bahan asyik untuk dibicarakan. Bahkan, beberapa orang mulai membentuk kubu satu dan kubu dua. Terutama kaum ibu-ibu pemerhati masalah sosial yang mulai membandingkan dengan kisah serupa yang mereka lihat atau alami langsung,” terangnya.
Rivaldy menilai, beredarnya cerita tersebut di sosial media yang notabene penggunanya kebanyakan adalah anak-anak muda generasi milenial dapat berefek negatif bagi pola pikir anak-anak muda yang terpapar oleh kasus kedua oknum ASN di OKI tersebut. Anak-anak muda mengenal perselingkuhan, perceraian, dan ketidakharmonisan keluarga di usia yang masih sangat muda.
“Postingan terkait drama bak serial Layangan Putus versi Oknum ASN yang beredar di Tiktok dan Instagram serta twitter membuka akses anak-anak muda untuk mengikuti kisahnya. Sementara, para orang tua belum tentu bisa memberikan pemahaman kepada anak-anak tersebut soal perselingkuhan maupun perceraian dan membatasi aksesnya,” kata Rivaldy.
Ketua PGK Kayu Agung, Rivaldy Setiawan
Selaku Ketua dari organisasi para anak-anak muda, Rivaldy minta Pemkab OKI dan polisi agar secepatnya menyelesaikan kasus tersebut agar dampak yang timbul di masyarakat segera berakhir dan tidak meluas.
“Kami para pemuda di PGK sangat prihatin. Kami berharap Pemkab OKI dan Polda Sumatera Selatan secepatnya memproses kejadian ini dan kita berharap tidak ada lagi kasus serupa terjadi. Kita juga apresiasi langkah cepat Pemkab OKI yang telah membebastugaskan para oknum ASN tersebut. Karena kalau itu dibiarkan tentu saja bisa berdampak tidak baik bagi institusi dan membuat bupati malu. Diberhentikannya para oknum ini dari jabatannya saya rasa cukup adil,” tandasnya. ( MOH.SANGKUT )


