RANGKASBITUNG, (suarasiber.co.id) — Lapas Kelas III Rangkasbitung terus memperkuat transparansi dan integritas dalam pelaksanaan pembinaan warga binaan. Melalui kegiatan sosialisasi bertajuk Program Suara Pembinaan, petugas Subsi Pembinaan mengajak seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memahami hak dan kewajiban mereka selama menjalani masa pembinaan di aula lapas, Senin (3/11/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut, petugas memberikan penjelasan mendalam mengenai empat aspek utama pembinaan, yaitu pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), dan program integrasi. Seluruh materi disampaikan untuk memastikan WBP memahami arah pembinaan yang berlandaskan aturan, kejujuran, dan tanggung jawab.

Kepala Lapas Rangkasbitung, Muarif Khakim, menegaskan bahwa seluruh program pembinaan di lapas dijalankan tanpa pungutan biaya.

“Kami ingin menegaskan kembali bahwa seluruh proses pembinaan di Lapas Rangkasbitung bersih dari pungutan. Semua kegiatan dilakukan secara terbuka dan profesional demi keberhasilan reintegrasi sosial yang bermartabat,” ujarnya.

Selain meningkatkan pemahaman WBP, Program Suara Pembinaan juga menjadi wadah aspirasi dan komunikasi dua arah antara petugas dan warga binaan. Dengan demikian, setiap masukan dapat direspons cepat dan transparan guna menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif.

Para peserta menyambut positif kegiatan ini dan menyatakan komitmennya untuk mengikuti setiap proses pembinaan dengan sungguh-sungguh.
Lapas Rangkasbitung berkomitmen terus menghadirkan pembinaan yang jujur, transparan, dan berkeadilan sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan kepribadian yang lebih baik.(***)