LEBAK, (suarasiber.co.id) – Gerakan literasi dan pemberdayaan hukum masyarakat kembali bergema. Komunitas Saung Peradaban resmi dideklarasikan sebagai wadah bagi pemuda dan masyarakat untuk menyalurkan ide, berdiskusi, serta memperkuat kesadaran hukum dan sosial di tengah perubahan zaman.
Dengan mengusung tema “Berpikir, Bertindak, dan Berdampak”, Saung Peradaban hadir bukan sekadar tempat membaca atau berdiskusi, melainkan ruang kolaborasi terbuka yang menghubungkan gagasan, aksi nyata, dan solusi bagi kemajuan masyarakat.
Ketua Saung Peradaban, Triana (King Cobra), menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kepedulian terhadap rendahnya literasi dan lemahnya kesadaran hukum di tingkat akar rumput.
“Saung Peradaban ini kami dirikan sebagai ruang bersama bagi pemuda dan masyarakat untuk belajar, berdialog, dan menyuarakan gagasan positif,” ujar King Cobra, Jumat (7/11/2025).
Ia menambahkan, Kami ingin mendorong generasi muda agar tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak dan memberi dampak nyata bagi lingkungannya. Karena perubahan tidak cukup dengan ide, tapi butuh langkah dan keberanian.
Saung Peradaban juga memperkenalkan konsep pendampingan hukum masyarakat, di mana para relawan dan mitra hukum akan memberikan edukasi dasar mengenai hak-hak warga negara, mekanisme hukum, serta cara penyelesaian masalah sosial secara beretika dan sesuai peraturan perundang-undangan.
“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi juga memahami hak dan kewajiban. Melalui pendampingan hukum, kami ingin masyarakat berdaya dan sadar hukum, agar tidak mudah terjebak dalam persoalan sosial maupun hukum,” tuturnya
Menurutnya, setiap kegiatan Saung Peradaban akan dirancang berbasis nilai konstitusi dan etika publik, sebagaimana tercantum dalam Pasal 28F UUD 1945 tentang hak memperoleh informasi, serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Dalam waktu dekat, Saung Peradaban akan melaksanakan beberapa program unggulan, di antaranya:
Kelas Literasi dan Diskusi Publik,
Klinik Konsultasi dan Pendampingan Hukum,
Forum Pemuda Berpikir dan Beraksi, serta
Pelatihan Penulisan Opini dan Media Literasi.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh pendidikan dan hukum yang melihat Saung Peradaban sebagai gerakan alternatif untuk mencetak generasi muda yang sadar literasi dan hukum.
“Pemuda harus mampu membaca realitas sosial, berpikir kritis, dan bertindak cerdas. Saung Peradaban menjadi tempat untuk menyalakan semangat itu,” pungkas King Cobra dengan penuh optimisme.
Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran hukum, Saung Peradaban diharapkan tumbuh menjadi ruang aman dan inspiratif — tempat bertemunya pemuda, masyarakat, dan gagasan besar untuk Indonesia yang lebih cerdas dan berkeadaban.(Azhari)


