KAB. LOMBOK UTARA, (suarasiber.co.id) – Pentingnya sinergi antarinstansi dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi di Bumi Tioq Tata Tunaq. Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Lombok Utara Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Sasak Narmada pada Rabu (11/03/2026).
Kepala Dinas Perhubungan Lombok Utara, M. Iwan Maret Asmara, S.sos, menyampaikan bahwa forum LLAJ merupakan wadah rutin sinergitas Perhubungan dalam rangka bagaimana kita menyiapkan keselamatan berlalulintas dijalan.
“Kegiatan seperti ini kita laksanakan setiap tahun, bahkan setiap bulan dengan tujuan bagaimana kita harus menjamin kelancaran lalulintas keamanan dan penumpang jalan”, ucap M. Iwan.
Forum ini memiliki urgensi tinggi mengingat angka kecelakaan yang masih memprihatinkan. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 109 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 16 korban jiwa, satu korban luka berat, dan 137 korban luka ringan. Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan di wilayah kita masih berada pada angka yang cukup tinggi.
Jika ditinjau dari aspek geografis, wilayah kita tergolong kecil dengan luas 809,59 km. Secara logika, cakupan wilayah yang terbatas ini mempermudah kita dalam mengendalikan angka kecelakaan. Forum ini kita laksanakan sebagai langkah preventif untuk memetakan dan memitigasi segala risiko keselamatan yang dihadapi masyarakat.
“Melalui forum ini, kami dari Dinas Perhubungan ingin mengajak semua pihak untuk bagaimana memikirkan tentang persoalan ini. Ini merupakan hajatan kita bersama, mudah-mudahan ikhtiar ini bisa tercapai, tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak”, tutupnya.
Mengawali sambutannya, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., menyampaikan bahwa agenda ini sangat penting karena berkaitan erat dengan program-program strategis yang akan dilaksanakan, baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang di Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Sebagaimana kita ketahui bersama, pada malam takbiran dan juga pawai Ogoh-ogoh kita sangat membutuhkan keterlibatan jajaran LLAJ untuk menertibkan masyarakat. Hal ini dikarenakan volume penggunaan jalan berada pada titik maksimal, baik oleh peserta pawai maupun penonton. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai rekayasa lalu lintas serta penjagaan di titik-titik strategis demi menjamin kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Sehingga, agenda utama kita hari ini adalah merumuskan persiapan jangka pendek menghadapi dua hari besar tersebut. Selain itu, karena forum ini bersifat tahunan, kita juga dituntut untuk membicarakan rencana strategis jangka panjang agar hasil rapat ini memiliki dampak yang lebih berkelanjutan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai ketertiban berlalu lintas perlu ditingkatkan. Di samping langkah proaktif seperti pemantauan langsung di lapangan, upaya preventif juga memegang peranan krusial. Dalam hal ini, Satlantas Polres KLU diharapkan dapat mengintensifkan program edukasi ke sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMA mengingat angka kecelakaan lalu lintas saat ini didominasi oleh kalangan pelajar SMA atau anak muda.
“Di KLU yang harus kita pikirkan, yang harus kita ikhtiarkan dengan baik terkait dengan keteraturan didalam berlalulintas adalah Marka jalan. Marka jalan kita masih kita upayakan untuk lebih lengkap lagi. Mulai dari Pusuk sampai Bayan marka jalan masih minim”, ujarnya.
Pemerintah memiliki tanggung jawab utama dalam menyediakan sarana dan prasarana yang layak. Oleh karena itu, kami terus berikhtiar memperbaiki kualitas jalan yang ada serta membuka ruas jalan baru sebagai jalur alternatif yang sesuai dengan kebutuhan wilayah. Selain itu, kami juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait penerangan jalan umum.
“Upaya ini kami lakukan secara komprehensif, mulai dari pemeliharaan rutin oleh Dinas Perhubungan hingga perencanaan jangka panjang untuk pengadaan fasilitas penerangan yang lebih memadai”, tutupnya. (*)
(Diskominfo Kab. Lombok Utara)


