LEBAK, (suarasiber.co.id) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Tungku, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, di bawah naungan Yayasan Amanah Cinta Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan pangan sehat dan ramah lingkungan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni melalui pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Kamis (28/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pembangunan IPAL tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung operasional dapur MBG agar berjalan sesuai standar kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Selain fokus pada penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, SPPG Tungku juga menunjukkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah secara profesional dan berkelanjutan.

Investor sekaligus Mitra SPPG Tungku, H. Dadan mengatakan, pemasangan IPAL merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial dalam menciptakan pelayanan publik yang sehat serta berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional SPPG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menjaga kualitas lingkungan. IPAL ini menjadi simbol keseriusan kami dalam membangun sistem pelayanan yang modern, higienis, dan berkelanjutan,” ujar H. Dadan.

Menurutnya, program MBG bukan sekadar kegiatan penyediaan makanan, melainkan bagian dari investasi sosial untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan produktif di masa depan.

“Pembangunan sumber daya manusia dimulai dari pemenuhan gizi yang baik. Karena itu, pengelolaan dapur dan sanitasi harus dilakukan secara profesional agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Accounting SPPG Tungku, Nasrul Wahid menuturkan bahwa penerapan sistem pengolahan limbah menjadi langkah strategis dalam mendukung tata kelola operasional yang tertib, sehat, dan sesuai standar.

“Kami terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, termasuk sistem sanitasi dan pengelolaan limbah. Dengan adanya IPAL, kami berharap operasional dapur MBG semakin optimal serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi pekerja maupun lingkungan masyarakat sekitar,” kata Nasrul Wahid.

Ia juga menegaskan bahwa Yayasan Amanah Cinta Indonesia berkomitmen menghadirkan tata kelola lembaga yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial.
Pemasangan IPAL tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah relawan dan masyarakat sekitar karena dinilai menjadi langkah positif dalam menjaga kebersihan lingkungan di kawasan operasional SPPG Tungku.

Dengan terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana, SPPG MBG Tungku diharapkan mampu menjadi contoh pelayanan pemenuhan gizi yang tidak hanya mengedepankan kualitas makanan, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan lingkungan dan keberlanjutan sosial.(Azhari)