PANDEGLANG, (suarasiber.co.id) — Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, PT Krakatau Sarana Infrastruktur, serta Google for Education secara resmi membuka program inkubasi intensif Super Camp bertajuk “Banten Merebut Garuda”. Kegiatan yang berlangsung pada 29 hingga 30 Agustus 2026 di BPSDM Provinsi Banten, Pandeglang, ini menjadi langkah strategis untuk memfasilitasi 105 siswa SMAN pilihan se-Provinsi Banten agar mampu bersaing memperebutkan Beasiswa Garuda, Beasiswa Indonesia Maju, LPDP, serta berbagai beasiswa di perguruan tinggi ternama dunia.
Mengusung tema “Local Roots, Global Horizons: Menembus Batas, Merebut Masa Depan”, program ini memadukan pembentukan karakter kebangsaan, penanaman adab ke-Bantenan, pemanfaatan teknologi digital, hingga pendampingan intensif oleh puluhan mentor bergelar doktor dan profesor alumni luar negeri melalui sinergi Pentahelix.
Dalam sesi pengarahan motivasi, Gubernur Banten, Andra Soni, S.M., M.AP., membakar semangat para peserta dengan membagikan refleksi perjalanan hidupnya yang tumbuh dari keluarga sederhana. Beliau menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang permanen untuk meraih mimpi besar.
“Keterbatasan masa lalu bukanlah takdir permanen. Jangan pernah berkecil hati hanya karena kalian berasal dari kampung atau sekolah daerah. Anak-anak Banten memiliki potensi luar biasa, dan Super Camp ini hadir sebagai galah yang memperpanjang jangkauan kalian untuk melompati batasan dan merebut kampus-kampus terbaik dunia,” ujar Gubernur Andra Soni.
Gubernur menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari pilar Banten Cerdas dalam mewujudkan visi Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi. Kebijakan affirmative action diterapkan dengan memberikan porsi kuota lebih besar bagi siswa dari Banten Selatan, seperti Lebak dan Pandeglang, demi pemerataan kualitas sumber daya manusia. Gubernur juga secara terbuka memberikan tantangan agar minimal 50 persen dari total peserta berhasil mengamankan surat penerimaan perguruan tinggi luar negeri beserta beasiswanya. Beliau turut menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda dalam menghadapi empat disrupsi global, yakni perubahan iklim, geostrategi dan ekonomi, krisis kepercayaan publik melalui integritas anti-korupsi, serta revolusi kecerdasan buatan.
Sejalan dengan arahan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Dr. H. Jamaluddin, M.Pd., mengarahkan agar program akselerasi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial dua hari saja, melainkan berlanjut secara berkesinambungan. Pihaknya siap memperluas kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan program peningkatan kualitas dan akses pendidikan internasional bagi pelajar Banten.
Sesuai instruksi pimpinan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten berkomitmen melanjutkan langkah-langkah strategis dan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan profesional, mulai dari industri, akademisi, hingga jaringan alumni diaspora. Langkah ini diambil agar cakupan manfaat kegiatan serupa dapat terus diperluas di masa mendatang, sehingga semakin banyak pelajar di Banten yang tergerak dan terfasilitasi untuk meraih pendidikan tinggi berkualitas di tingkat internasional.
Rangkaian kegiatan Super Camp ini juga diisi dengan sesi Parentship oleh Istri Gubernur Banten, Tinawati Andra Soni, guna membedah kesiapan psikologis peserta Generasi Z dalam menghadapi kecemasan serta kelelahan mental. Sebagai bentuk keberlanjutan pasca-acara, seluruh 105 peserta langsung dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang didampingi oleh 22 mentor pendamping untuk menjalani bimbingan mandiri intensif selama enam bulan ke depan hingga seluruh dokumen dan kompetensi mereka siap untuk melamar beasiswa internasional.


