LEBAK, (suarasiber.co.id) — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tungku, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, menggelar pengajian rutin bulanan, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan SPPG Tungku. Pengajian diikuti jajaran pengelola dan pihak yang terlibat dalam kegiatan SPPG dengan suasana penuh kekeluargaan.
Accounting SPPG Tungku, Nasrul Wahid, mengatakan pengajian rutin tersebut tidak hanya menjadi sarana meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan.
“Pengajian rutin ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk menjaga kebersamaan, memperkuat silaturahmi dan meningkatkan nilai-nilai keislaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan ketenangan, keberkahan dan semangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Nasrul.
Menurutnya, lingkungan kerja yang dibangun dengan semangat kebersamaan dan nilai keagamaan diharapkan dapat memberikan energi positif bagi seluruh jajaran SPPG dalam menjalankan tugas.
Sementara itu, Investor/Mitra SPPG Tungku, H. Dadan, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan menjadi salah satu bentuk kepedulian untuk membangun lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada pekerjaan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual.
“Kami ingin SPPG Tungku bukan hanya menjadi tempat bekerja dan menjalankan program pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi lingkungan yang penuh kebersamaan, kepedulian dan keberkahan. Pengajian rutin ini mudah-mudahan menjadi wasilah untuk memperkuat ukhuwah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita,” kata H. Dadan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan menjadi budaya positif di lingkungan SPPG Tungku.
“Semoga apa yang kami lakukan mendapat keberkahan dan memberikan manfaat. Dengan kebersamaan dan niat yang baik, mudah-mudahan seluruh aktivitas SPPG dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pengajian rutin bulanan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta budaya kerja yang dilandasi nilai-nilai keislaman.(Azhari)


