Palembang, – (Suarasiber.co.id) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Se-Sumatera Selatan Tahun 2025 bertempat di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang. Kegiatan strategis ini mengangkat tema “Membentuk dan Mengaktifkan Kewaspadaan Dini Pemerintah dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Dalam Rangka Memelihara Stabilitas Sosial dan Politik Dalam Negeri Terkait Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan.”Rabu .(30/072025)

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara dibuka secara resmi dan dihadiri oleh para pengurus FKDM Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Sumsel, Kepala Badan Kesbangpol, serta unsur aparat keamanan dan tokoh masyarakat. Laporan kegiatan disampaikan oleh Irawan, S.IP selaku panitia pelaksana, yang menekankan pentingnya peran FKDM dalam menjaring dan mengkomunikasikan data informasi potensi konflik dan bencana sebagai upaya pencegahan dini.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel yang mewakili Gubernur menyampaikan bahwa “FKDM adalah garda depan dalam menjaga stabilitas sosial dan politik di daerah. Diperlukan kolaborasi erat antar elemen untuk mencegah potensi konflik melalui pemantauan dan pelaporan secara sistematis serta cepat.”

Rapat koordinasi ini menghadirkan narasumber utama yaitu Dr. H. Fajri Abidi, S.Pd, MM (Kaban Kesbangpol Prov. Sumsel), AKBP Muhammad Surapati, MH (Kabid Analis Madya Dit Intelkam Polda Sumsel), dan Dr. H. Tien Yustini, SE, M.Si, CIRR, CLMA (Ketua FKDM Prov. Sumsel).

AKBP Muhammad Surapati dalam paparannya menegaskan pentingnya deteksi dini terhadap dinamika politik termasuk potensi konflik terkait wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) serta respons terhadap seruan aksi mahasiswa. “Perlu dilakukan langkah strategis melalui pemetaan, penggalangan, dan monitoring untuk mencegah propaganda yang menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Tien Yustini memaparkan bahwa kewaspadaan dini perlu dikuatkan di semua spektrum – ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. “Ketahanan nasional hanya akan terwujud bila stabilitas sosial dan politik terjaga. Forum ini harus menjadi pionir dalam deteksi dan pencegahan setiap ancaman terhadap keutuhan NKRI,” tegasnya.(Elp,Mr)