LEBAK, (suarasiber.co.id) — Keberhasilan pembangunan sanitasi berbasis masyarakat kembali ditorehkan Desa Asem, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Melalui Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), sebanyak 26 titik MCK berkualitas berhasil dibangun dan dimanfaatkan warga. Atas capaian tersebut, Kelompok Masyarakat Penyelenggara (KMP) Asem Berkah mendapat apresiasi dan penghargaan sebagai pelaksana terbaik tingkat nasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penghargaan tersebut diterima dalam agenda Rapat Evaluasi dan Serah Terima Kegiatan IBM Sanitasi Tahap II yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) di Hotel Aston Serang, pada Senin–Selasa, 15–16 Desember 2025. Forum ini menjadi ajang evaluasi sekaligus pembelajaran antar daerah dalam pelaksanaan program sanitasi berbasis partisipasi masyarakat.

Ketua KMP Asem Berkah, Rowi, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras, kebersamaan, dan komitmen masyarakat Desa Asem dalam mendukung program sanitasi yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Desa Asem. Sejak awal, kami berkomitmen menjalankan program SANIMAS secara transparan, partisipatif, dan sesuai aturan. Ini bukan sekadar membangun MCK, tetapi membangun kesadaran hidup bersih dan sehat,” ujar Rowi.

Ia menmbahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi yang baik antara KMP, masyarakat, fasilitator, serta dukungan pemerintah desa dan instansi terkait.

Sementara itu, Ketua Pelaksana KMP Asem Berkah, Ade, menjelaskan bahwa pembangunan 26 titik MCK dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas konstruksi, ketepatan waktu, serta manfaat jangka panjang bagi warga.

“Kami memastikan setiap tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan, berjalan sesuai juknis IBM Sanitasi Tahap II. Kualitas bangunan menjadi prioritas agar fasilitas ini benar-benar layak, aman, dan bisa digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat,” ungkap Ade.

Menurutnya, program SANIMAS di Desa Asem telah memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam peningkatan akses sanitasi layak, tetapi juga dalam menekan potensi pencemaran lingkungan dan penyakit berbasis sanitasi.

Dalam evaluasi KemenPU, KMP Asem Berkah dinilai unggul dari sisi tata kelola, partisipasi masyarakat, serta pemeliharaan sarana pasca pembangunan. Hal ini menjadikan Desa Asem sebagai salah satu contoh praktik baik (best practice) pelaksanaan SANIMAS di wilayah perdesaan.

Ke depan, KMP Asem Berkah berkomitmen untuk terus menjaga dan mengoptimalkan fungsi MCK yang telah dibangun, sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Dengan penghargaan ini, Desa Asem tidak hanya mencatatkan prestasi, tetapi juga menegaskan bahwa pembangunan sanitasi berbasis masyarakat mampu menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya lingkungan yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.(Azhari)