LEBAK, (suarasiber.co.id) — Jumat siang itu terasa lebih khidmat dari biasanya di Es Cendol Durian Sultan. Bukan semata aroma durian yang menggoda para pengunjung, melainkan suasana hangat yang dipenuhi senyum tulus anak-anak yatim-piatu. Sebanyak 121 anak yatim-piatu hadir dan menerima santunan dalam kegiatan sosial yang digelar pada Jumat (30/1/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini bukanlah agenda seremonial semata. Santunan anak yatim-piatu telah menjadi komitmen rutin Es Cendol Durian Sultan yang dilaksanakan setiap Jumat terakhir setiap bulan. Sebuah ikhtiar yang berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan usaha sejatinya harus dibarengi dengan kepedulian sosial dan nilai keberkahan.

Pemilik Es Cendol Durian Sultan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Lebak, Iwan, menegaskan bahwa berbagi dengan anak yatim merupakan prinsip yang ia pegang sejak awal merintis usaha.

“Kami meyakini, rezeki yang Allah titipkan di dalamnya ada hak orang lain. Anak-anak yatim ini adalah amanah yang harus dijaga. Berbagi bukan soal besar kecilnya santunan, tetapi tentang keikhlasan dan kepedulian,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, dunia usaha memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Karena itu, Es Cendol Durian Sultan tidak ingin hanya dikenal sebagai destinasi kuliner, tetapi juga sebagai ruang yang menghadirkan manfaat dan nilai kebaikan.

“Selama usaha ini masih diberi kelapangan oleh Allah SWT, insyaallah kegiatan santunan ini akan terus kami jalankan. Kami ingin anak-anak ini tumbuh dengan harapan, bukan dengan rasa kehilangan,” tambahnya.

Manajer Es Cendol Durian Sultan, Ricky, menyebutkan bahwa kegiatan santunan telah menjadi budaya internal yang terus ditanamkan.

“Setiap Jumat terakhir, kami semua sudah paham bahwa ini waktunya berbagi. Karyawan dilibatkan langsung agar mereka merasakan bahwa bekerja bukan hanya mencari nafkah, tapi juga bagian dari ibadah dan kepedulian sosial,” tutur Ricky.

Menurutnya, keterlibatan karyawan dalam kegiatan sosial mampu menumbuhkan empati, rasa syukur, serta memperkuat ikatan antara usaha dan lingkungan sekitar.

“Kami percaya, jika usaha tumbuh bersama masyarakat dan dilandasi kepedulian, maka keberkahan akan menyertai setiap langkah,” ujarnya.

Apresiasi pun datang dari berbagai pihak. Salah satunya Abah Osa, Pembina Anak Yatim-Piatu Desa Padasuka, yang menilai konsistensi Es Cendol Durian Sultan sebagai teladan kepedulian yang patut dicontoh.

“Anak yatim bukan hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga sentuhan kasih sayang dan perhatian. Saat mereka disambut dengan hangat seperti ini, itu menjadi penguat bagi hati dan mental mereka,” kata Abah Osa.

Ia menambahkan, kepedulian yang dilakukan secara rutin akan meninggalkan kesan mendalam bagi tumbuh kembang anak-anak yatim.

“Hari ini mereka menerima santunan, tetapi yang lebih penting adalah harapan. Harapan bahwa masih banyak orang baik yang peduli terhadap masa depan mereka,” ungkapnya.

Kegiatan santunan ditutup dengan doa bersama, tawa polos anak-anak, dan suasana penuh kehangatan. Di balik segelas es cendol yang manis, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: berbagi adalah jalan menjemput keberkahan.

Melalui kegiatan ini, Es Cendol Durian Sultan menegaskan bahwa usaha lokal dapat tumbuh seiring nilai kemanusiaan dan keimanan—menyemai harapan di setiap Jumat terakhir, sebagai wujud kepedulian dan amanah sosial.(Azhari)