LEBAK, (suarasiber.co.id) — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, pada 2–14 Februari 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa membantu pemulihan sosial dan pendidikan masyarakat terdampak bencana.
Dalam program bertema

“Merawat Harapan, Membangun Kembali Kehidupan” tersebut, BEM Banten Bersatu memfokuskan kegiatan pada pembangunan Taman Baca Masyarakat (TBM) serta revitalisasi bangunan Majelis Ta’lim. Kedua program ini diharapkan dapat memperkuat akses pendidikan, literasi, sekaligus menjadi ruang pembinaan spiritual dan sosial masyarakat yang saat ini masih tinggal di hunian sementara.

Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto, mengatakan kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa untuk hadir langsung membantu masyarakat yang sedang berupaya memulihkan kehidupan pascabencana.

“Kami ingin menghadirkan ruang belajar dan ruang ibadah yang dapat menjadi pusat harapan masyarakat. Taman baca diharapkan membuka akses literasi bagi anak-anak, sementara Majelis Ta’lim menjadi tempat penguatan nilai kebersamaan dan spiritualitas warga,” ujar Bagas.

Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa bersama masyarakat setempat melakukan gotong royong pembangunan fasilitas, pendampingan edukasi anak-anak, serta berbagai kegiatan sosial yang melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan sosial warga sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.
Melalui program ini, BEM Banten Bersatu berharap Taman Baca Masyarakat dapat berfungsi secara berkelanjutan sebagai pusat literasi warga, sedangkan Majelis Ta’lim yang direvitalisasi kembali menjadi ruang ibadah, pendidikan keagamaan, dan sarana silaturahmi masyarakat.

Kegiatan pengabdian tersebut sekaligus menegaskan komitmen BEM Banten Bersatu untuk terus menghadirkan gerakan mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam wacana, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui aksi sosial di tengah masyarakat.(Azhari)