LEBAK, (suarasiber.co.id) – Gereja Bethel Indonesia (GBI) WTC Rangkasbitung menggelar bakti sosial (baksos) dengan membagikan 500 paket sembako, kacamata gratis, serta pakaian layak pakai kepada masyarakat sekitar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan berlangsung di ruko Jalan Otto Iskandardinata No. 58, Kampung Jijuluk, Kelurahan Cijoropasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (28/2/2026).

Sejak pagi, ratusan warga tampak antusias memadati lokasi kegiatan. Panitia secara tertib menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan mie instan. Selain itu, layanan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis menjadi perhatian khusus, terutama bagi warga lanjut usia dan pelajar.

Gembala sekaligus Pimpinan GBI WTC Rangkasbitung, Engel Tampun, dalam sambutannya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian gereja terhadap sesama tanpa memandang latar belakang.

“Bakti sosial ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud tanggung jawab moral dan spiritual kami untuk hadir di tengah masyarakat. Iman yang hidup harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan gereja membawa manfaat, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan harapan,” ujar Engel.

Ia menambahkan, gereja memiliki peran strategis dalam mempererat harmoni sosial, terutama di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang beragam.

“Kita hidup dalam keberagaman yang indah. Ketika solidaritas dan kepedulian tumbuh, maka persaudaraan akan semakin kokoh. Itulah nilai yang terus kami rawat,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Cijoropasir, Moch. Ivan Taufik, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Lebak (FKUB) Kabupaten Lebak Drs. H. Haerudin, unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat.

Lurah Cijoropasir, Moch. Ivan Taufik, mengapresiasi inisiatif GBI WTC Rangkasbitung yang dinilainya selaras dengan semangat gotong royong.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada warga kami. Kegiatan ini bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan rasa saling menghargai di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Lebak, Drs. H. Haerudin, menilai kegiatan ini menjadi contoh konkret praktik kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lebak.

“Inilah wajah toleransi yang sesungguhnya. Ketika lembaga keagamaan mampu berkontribusi bagi masyarakat luas, maka nilai persaudaraan lintas iman akan semakin kuat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi,” katanya.

Salah seorang penerima bantuan, Iti Suherti (56), mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga kami. Terima kasih kepada GBI dan semua pihak yang sudah peduli kepada masyarakat kecil seperti kami,” ujarnya haru.

Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Selain menjadi sarana berbagi, momentum itu juga mempererat silaturahmi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat.

Di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Kabupaten Lebak, aksi nyata seperti ini menjadi penegas bahwa kepedulian sosial mampu melampaui sekat-sekat perbedaan, menumbuhkan harapan, dan memperindah jalinan persaudaraan dalam bingkai kebersamaan.(Rls)