LEBAK, (suarasiber.co.id) – Aksi cepat dan sigap ditunjukkan Bhabinkamtibmas Polsek Rangkasbitung, Bripka Juremi dalam merespons laporan warga terkait seorang pria terlantar yang diduga ditelantarkan keluarganya. Pria tersebut diketahui berasal dari kawasan Tanjung Priok dan ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di wilayah Kelurahan Cijoropasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (29/3/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Setelah menerima laporan, petugas Bhabinkamtibmas langsung bergerak cepat melakukan evakuasi dengan pendekatan humanis. Tanpa menunggu waktu lama, korban kemudian dibawa ke sebuah yayasan sosial di wilayah Pamarayan, Kabupaten Serang untuk mendapatkan penanganan dan perawatan lebih lanjut.

Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat, yang menilai kehadiran aparat kepolisian benar-benar dirasakan dalam situasi darurat kemanusiaan.

Bhabinkamtibmas Polsek Rangkasbitung, Bripka Juremi dalam keterangannya menyampaikan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

“Kami hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan, apalagi dalam kondisi terlantar, sudah menjadi kewajiban moral dan institusional bagi kami untuk bertindak cepat, tepat, dan humanis,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kepedulian sosial dari semua pihak dalam menangani persoalan kemanusiaan yang kerap terjadi di tengah masyarakat.

“Fenomena penelantaran seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus terus dijaga. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat menjadi kunci agar setiap persoalan sosial dapat ditangani secara bermartabat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Saat ini, korban telah berada di bawah penanganan pihak yayasan untuk mendapatkan perawatan yang layak, baik secara fisik maupun psikologis. Pihak kepolisian juga berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut terkait identitas keluarga korban guna memastikan penanganan yang lebih komprehensif.

Peristiwa ini sekaligus menjadi cerminan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya soal keamanan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang mendasar.(Azhari)