LEBAK, (suarasiber.co.id) – Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Asep Royani, memberikan klarifikasi terkait sejumlah hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan dan pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Lebak.
Klarifikasi tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis yang berlangsung di Aula Multatuli, Kabupaten Lebak, Kamis (11/6/2026).
Dalam sambutannya, Asep Royani mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kendala yang mempengaruhi kelancaran distribusi program di lapangan. Menurutnya, hambatan tersebut sebagian besar disebabkan oleh kurang optimalnya koordinasi dan terjadinya miskomunikasi antar pemangku kepentingan, khususnya antara pemerintah desa, pihak kecamatan, dan unsur pelaksana program.
“Kami menyadari masih terdapat beberapa hambatan dalam pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis. Setelah dilakukan evaluasi, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kurangnya koordinasi dan komunikasi yang efektif di lapangan. Ke depan, hal ini akan menjadi perhatian serius untuk diperbaiki agar pelaksanaan program berjalan lebih profesional dan tepat sasaran,” ujar Asep.
Pada kesempatan tersebut, Asep juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila terdapat pernyataannya yang menimbulkan kesalahpahaman atau dianggap menyudutkan pihak tertentu.
“Saya selaku Korwil BGN Kabupaten Lebak menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila ada pihak yang merasa tersinggung atau tersudutkan oleh pernyataan saya. Tidak ada niatan untuk menyalahkan siapa pun. Pernyataan yang saya sampaikan lebih ditujukan sebagai evaluasi internal terkait operasional dapur dan pelaksanaan program di lapangan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dalam penyampaiannya tidak pernah bermaksud menyinggung insan pers maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). Menurutnya, kritik dan masukan dari berbagai pihak justru menjadi bagian penting dalam upaya menyempurnakan pelaksanaan program pemerintah tersebut.
“Kami sangat terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan yang membangun. Semua pihak memiliki hak untuk memberikan koreksi demi kebaikan bersama. Program Makan Bergizi Gratis ini adalah program untuk masa depan anak-anak bangsa, sehingga diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar tujuan mencetak generasi emas Indonesia dapat terwujud,” tegasnya.
Sementara itu, Aktivis Lebak, Umaedi, S.Pd., yang hadir dalam kegiatan tersebut membenarkan bahwa pernyataan Asep Royani lebih banyak mengarah pada evaluasi internal pelaksanaan program dan bukan ditujukan kepada wartawan maupun LSM.
“Saya mengikuti langsung jalannya rapat. Apa yang disampaikan Korwil BGN lebih kepada evaluasi internal agar pelaksanaan program ke depan semakin baik. Saya melihat ada semangat keterbukaan, perbaikan, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan berbagai kendala yang terjadi di lapangan,” ujar Umaedi.
Menurutnya, sikap terbuka terhadap kritik serta keberanian untuk melakukan evaluasi merupakan langkah positif dalam memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Rapat koordinasi dan evaluasi tersebut berlangsung dalam suasana penuh inspirasi, refleksi, dan semangat perbaikan. Para peserta yang hadir sepakat bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaksana program, masyarakat, media, hingga organisasi sosial.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan semakin baik dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak sebagai fondasi menuju Generasi Emas Indonesia 2045.(Azhari)


