LAHAT (Suarasiber.co.id) – Rumah Sakit Pratama (RSP) Tipe D di Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat, rupanya masih membutuhkan tambahan dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Termasuk dari APBD Kabupaten Lahat. Lantaran banyak persiapan-persiapan yang dibutuhkan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat saat ini tengah mengusulkan bantuan berkelanjutan untuk bangunan rumah sakit kepada pemerintah provinsi. Meski awalnya anggaran dikucurkan melalui Bangub untuk pembangunan, tentu fasilitas kesehatan ini memerlukan peralatan medis yang cukup. Termasuk fasilitas UMKM dan perorangan serta sarana Fasilitas Kesehatan (Faskes).
“Untuk alat dan fasilitas pelayanan kesehatan kami mengusulkan biaya Rp 15 miliar. Kemudian untuk fasilitas UMKM dan perorangan sarana faskes pengusulan Rp 8,6 miliar. Sementara respon Pak Gubernur Sumatera Selatan mendukung,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Lahat, Taufik M Putra SKM MKes saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Lahat, di Ruang Pertemuan DPRD. Senin, 21/03/2022.
Kata Taufiq, bangunan Rumah Sakit Pratama seluas 12 hektar sempat mendapatkan bantuan gubernur (bangub) Rp 12 miliar awal pembanguan dan tambahan lagi oleh provinsi. Berkat anggaran tersebut, pembangunan sudah selesai baik di gedung utama ada pelayanan rawat jalan dan poli. Bahkan ada gedung UGD, emergency dan gedung rawat inap.
“Alhamdulillah sudah selesai. Namun ada yang belum, seperti pagar, kebutuhan alat-alat medis dan izin operasional serta syarat lainnya. Sementara rumah sakit masih belum bisa beroperasi. Tapi mudah mudahan tahun ini,” Kata Taufiq.
Tak hanya itu, termasuk penyiapan Perbup dan Sumber Daya Manusia (SDM) Rumah Sakit Pratama perlu disiapkan. “Saat ini dalam proses Perbub struktur Rumah Sakit Pratama (RSP). Untuk penyiapan SDM ada timnya,” tambahnya.
Sementara, anggota komisi IV DPRD Kabupaten Lahat Pajroni mengatakan idealnya Pemerintah harus merencanakan penyiapan bidang teknis, terutama layanan medis seperti Poli Umum, Instalasi Gawat Darurat, Poli Spesialis berbagai penyakit. Agar nantinya, setelah beroperasi rumah sakit tersebut, dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan benar-benar dapat membawa pemerintahan kabupaten lahat semakin bercahaya dimata nasional dan juga Rumkit yang mewah dan tenaga medis yang terencana akan meningkatkan kesehatan bagi masyarakat.
“Fasilitas layanan rumah sakit harus dipenuhi, yang paling vital adalah sarana air bersih, pengelolaan limbah medis dan sarana lainnya harus diutamakan,” kata Pajroni.
“Kemudian untuk sarana UMKM dan usaha perorangan kami komisi IV mengapresiasi, namun harus disesuaikan dengan lokasi penempatan yang ada. UMKM tetap diakomodir tetapi tentu dengan jumlah yang terbatas,” sambung Pajroni. (Elp).


