PALEMBANG, (suarasiber.co.id) – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya mengatakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan Tim Koordinasi Penanggulan Kemiskinan (TKPK) Sumsel agar lebih kuat menekan angka kemiskinan di wilayah ini. Sebelumnya Proponsi Sumsel termasuk nomor 10 besar Propinsi yang angka kemiskinannya tinggi. Sementara itu TKPK sendiri beberapa waktu belakangan ini sudah berhasil menekan angka kemiskinan satu6 tingkat peringkat kemiskinan seluruh propinsi se Indonesia yaitu jadi peringkat Sembilan.
Wagup Sumsel Mawardi menyatakan adanya perluasan Kemiskinan Ekstrim di Sembilan daerah di Sumsel. Daerah itu adalah Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir ( OKI ), Ogan komering Ulu, Musi banyuasin, Muara Enim, Lahat dan kabupaten Musi Rawas Utara.
Dikatakan juga berdasarkan evaluasi pelaksanaan penanggulangan kemiskinan yang ekstrim pada 2021, adanya kendala menentukan Keluarga Penerima manfaat ( KPM ) Bantuan langsung Tunai ( BLT ) dana desa dan APBD hingga terjadinya keterlambatan penyaluran bantuan-bantuan itu.
Keterlambatan dan kendala-kendala yang dihadapi itulah yang kami evaluasi untuk diperbaiki sehingga bantuan yang diterima KPM akan tepat waktu dan sesuai sasaran,” ujar Wagub Sumsel yang juga mantan Bupati OI.
Mawardi yahya mengatakan dengan semangat keberhasilan menurunkan jumlah penduduk miskin secara bertahap, pihak pemprov Sumsel berupaya melanjutkan sejumlah program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di 17 kabupaten dan kota di Sumsel.
Program program yang dapat meningkat kesejahteraan rakyat menurut Mawardi adalah seperti pelatihan keterampilan dan mendorong kegiatan ekonomi kreatif terus berkembang. “Memang itu semua terbukti berjalan dengan baik. Makanya akan kita untuk lebih gencar lagi mengoptimalkan program-program seperti ini,” tandasnya. (MOH.SANGKUT)


