KAB. LAHAT, (suarasiber.co.id) – Suasana Gedung Utama DPRD Kabupaten Lahat tampak khidmat sekaligus penuh semangat, Rabu (18/02/2026). Di ruang sidang itu, harapan tentang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kembali ditegaskan dalam penutupan Rapat Paripurna ke-5 dan ke-11 masa persidangan kedua tahun sidang 2026.
Hadir langsung Bupati Lahat, Bursah Zarnubi bersama Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, mendampingi jajaran pimpinan DPRD dan unsur Forkopimda. Agenda utama paripurna ini membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kabupaten Lahat Tahun 2026 serta sejumlah Raperda strategis lainnya.
Ketua DPRD Lahat, Fitrizal Homizi, ST, MT, bersama unsur pimpinan dewan, anggota DPRD, kepala OPD, camat, hingga tamu undangan lainnya turut menyaksikan momen penting tersebut. Rapat bukan sekadar agenda formal, melainkan cerminan arah pembangunan Kabupaten Lahat ke depan.
“Namun, yang paling menyita perhatian publik belakangan ini bukan hanya rapat paripurna, melainkan berbagai program pembangunan yang membuat Kabupaten Lahat viral di tingkat nasional,” katanya.
Ia mengatakan, mulai dari pembangunan Joging Track Tepian Lematang yang menjadi ruang baru bagi warga untuk berolahraga dan bersosialisasi, hingga pemugaran Taman Wisata Ribang Kemambang yang sebentar lagi akan kembali hidup sebagai destinasi kebanggaan masyarakat. Dipastikan setiap sore, kawasan itu bakal dipadati keluarga yang menikmati waktu bersama—anak-anak berlarian, pedagang kecil menggeliat, dan ekonomi rakyat pun perlahan bergerak.
“Tak kalah penting, keberhasilan menyelesaikan target pembangunan jalan hauling batubara menjadi tonggak penting dalam mendukung sektor energi sekaligus memperlancar distribusi. Di balik itu semua, langkah efisiensi anggaran yang mencapai lebih dari Rp400 miliar menjadi sorotan tersendiri,” jelasnya.
Kemudian, Efisiensi tersebut bahkan sempat mendapat apresiasi dari Presiden RI, Prabowo Subianto, karena dinilai mampu mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk kepentingan langsung masyarakat.
“Dana hasil efisiensi itu tidak berhenti pada angka. Ia menjelma menjadi pembangunan irigasi yang selama ini menjadi harapan besar para petani. Di sejumlah wilayah, aliran air yang lebih teratur mulai dirasakan dampaknya bagi sektor pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan,” pungkasnya.
Sementara, Bupati Bursah Zarnubi menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. “Pembangunan harus dirasakan langsung oleh rakyat. Infrastruktur, irigasi, hingga ruang publik, semuanya untuk meningkatkan kualitas hidup warga Lahat,” tegasnya usai rapat.
Sementara itu, Wabup Widia Ningsih menambahkan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci keberhasilan program-program tersebut. Ia berharap semangat kolaborasi terus terjaga demi mewujudkan Lahat yang lebih maju dan sejahtera.
“Penutupan rapat paripurna hari itu bukan hanya akhir dari agenda persidangan, melainkan simbol komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Lahat. Di tengah berbagai tantangan, harapan masyarakat kini bertumpu pada konsistensi dan keberlanjutan program yang telah berjalan.
Dan dari ruang sidang DPRD hingga ke sawah-sawah petani, denyut pembangunan itu kini terasa semakin nyata,” tutup wabup. (*)


