LEBAK, (suarasiber.co.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Furqon Pasir Garu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, menuai apresiasi hangat dari para penerima manfaat. Tak hanya pujian, sejumlah siswa sekolah dasar (SD) dan madrasah bahkan menuliskan “surat cinta” sebagai bentuk rasa terima kasih atas menu makanan yang dinilai lezat dan bergizi, Jumat (10/4/2026).
Fenomena ini menjadi potret keberhasilan implementasi program MBG di tingkat lokal. Menu yang disajikan setiap harinya tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga memperhatikan cita rasa yang disukai anak-anak, sehingga mampu meningkatkan selera makan sekaligus semangat belajar mereka.
Kepala SPPG Pasir Garu, Yazid, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas respons positif tersebut. Menurutnya, apresiasi dari anak-anak menjadi motivasi terbesar bagi timnya untuk terus menjaga kualitas layanan.
“Kami sangat terharu dan bangga. Surat-surat dari anak-anak ini bukan sekadar ungkapan sederhana, tetapi menjadi energi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik. Kami ingin memastikan setiap makanan yang disajikan tidak hanya sehat, tetapi juga disukai, sehingga anak-anak bisa tumbuh optimal,” ujar Yazid.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan evaluasi dan inovasi menu agar tetap variatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan gizi anak.
Hal senada disampaikan oleh Investor sekaligus Mitra program, H. Yusuf Nabhani. Ia menilai keberhasilan SPPG Al-Furqon Pasir Garu merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara pengelola, mitra, dan dukungan masyarakat.
“Kami melihat ini bukan sekadar program sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk generasi masa depan. Ketika anak-anak menikmati makanan bergizi dengan lahap, itu artinya program ini berjalan tepat sasaran. Apresiasi dari mereka menjadi indikator nyata keberhasilan,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Lapangan (Aslap) Eros Rosita menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim di lapangan yang selalu memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan kualitas makanan tetap terjaga.
“Kami di lapangan selalu berupaya maksimal, mulai dari proses pengolahan hingga pendistribusian. Melihat anak-anak tersenyum dan bahkan menulis surat cinta, itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Ini bukti bahwa apa yang kami lakukan benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata Eros.
Program MBG yang dijalankan SPPG Al-Furqon Pasir Garu kini menjadi contoh praktik baik dalam pemenuhan gizi anak di daerah. Dengan pendekatan yang mengutamakan kualitas, rasa, dan kepedulian, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menyentuh sisi emosional anak-anak sebagai penerima manfaat.
Apresiasi yang datang dari suara jujur anak-anak tersebut menjadi cerminan bahwa upaya menghadirkan generasi sehat dan cerdas melalui program MBG berada di jalur yang tepat.(Azhari)


