SERANG, (suarasiber.co.id) – Komitmen dalam memperkuat pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting terus digencarkan di Provinsi Banten. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan yang diselenggarakan DP3AKKB Provinsi Banten di Kecamatan Kasemen, Senin (18/5/2026), yang dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Banten, Yuda Ganda Putra.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andrasoni, Ketua TP PKK Kota Serang Arfina Rustandi, serta jajaran OPD terkait yang bersama-sama menunjukkan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas keluarga dan kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan itu, sejumlah agenda strategis dilaksanakan, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), pelatihan tata boga bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS), TP PKK dan Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), peninjauan dapur SPPG Kasunyatan 2, hingga kunjungan langsung kepada keluarga risiko stunting di wilayah Kecamatan Kasemen.
Plt. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Banten, Yuda Ganda Putra menyampaikan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, kader, hingga keluarga itu sendiri.
“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi menyangkut masa depan generasi bangsa. Ketika keluarga kuat, sehat, dan memiliki pengetahuan yang baik, maka kita sedang membangun pondasi Indonesia Emas 2045. Saya percaya, melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, kita mampu menciptakan generasi yang unggul, sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Yuda Ganda Putra.
Ia juga mengapresiasi peran aktif TP PKK, kader TPK, serta seluruh pihak yang terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan perhatian kepada keluarga risiko stunting.
Menurutnya, program Genting dan pelatihan tata boga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi keluarga serta pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
Selain itu, peninjauan dapur SPPG Kasunyatan 2 dilakukan untuk memastikan kesiapan pelayanan dan kualitas penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di wilayah Kota Serang.
Kegiatan berlangsung penuh antusias dan kehangatan. Kehadiran para pemangku kepentingan di tengah masyarakat menjadi simbol nyata bahwa upaya membangun keluarga berkualitas dan generasi sehat merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Banten optimistis target penurunan stunting dapat tercapai secara maksimal demi mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.(Azhari)


